Taman Edukasi Metro Diduga Belum Memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

RAKYATMETRO.COM – Taman Edukasi Metro diduga belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal, Taman bermain dengan alam itu telah diresmikan Walikota Metro Ahmad Pairin pada tahun 2018 lalu.

Taman bermain dengan alam yang berada di Jalan. Gunung Lawu, Yosorejo Kecamatan Metro Timur itu diduga menyalahi aturan terkait saluran air pembuangan yang berada di tengah bangunan sehingga bisa menyebabkan banjir.

Plt. Sekretaris PU Cipta Karya Kota Metro, Suryani menjekaskan, IMB Taman Edukasi Metro harus melalui Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) terkait dengan luas bangunan.

Baca Juga

“Dan hasil rapat TKPRD Kota Metro bulan Januari 2021 kemarin sudah jelas bahwa kami tidak memberi izin IMB sebelum pihak Taman Edukasi membongkar bangunan yang berada diatas saluran air.

Artinya IMB tersebut sampai saat ini belum keluar,” ungkap Suryani di ruangannya, Rabu (14/4/2021).
Suryani mengatakan, TKPRD mengacu pada Permen PU No 8/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sepadan jaringan irigasi.

“Dalam Permen PU sudah jelas, tidak boleh mendirikan bangunan diatas saluran air kecuali untuk kepentingan umum, sedangkan itukan bangunan untuk kepentingan pribadi apalagi sampai di cor itu gak boleh,”ujarnya.

Selain itu, Taman Edukasi juga harus memiliki izin lingkungan, itu juga harus persetujuan warga sekitar yang berdekatan dengan lokasi.

“Kalau persetujuan warga, berkas kemarin saya lihat warga sudah tanda-tangan disitu. Sebenarnya kalau mereka mau membongkar bangunan diatas saluran air tersebut, persoalan itu selesai,”jelas Suryani.

Sementara itu Kasi Operasional dan Pemeliharaan Irigasi PU Kota Metro, Nurmanto mengatakan terjadinya banjir yang di alami warga sekitar itu banyak penyebabnya.

“Selain penyempitan, pendangkalan di hilir sungai Batanghari dan sodetan dari Jalan. A. Yani juga bisa menjadi penyebab banjir di wilayah tersebut,” terangnya.

Terkait sepadan, aturan itu ada di Permen PU No. 28/PRT/M/2015 tentang Penetapan Garis Sepadan Sungai dan Garis Sepadan Danau.

“Harusnya bibir sungai tidak boleh ada bangunan,kalau sungai tersebut kedalaman dua meter, sepadannya juga harus dua meter dari bibir sungai. Jadi kalau kami melakukan pengerukan sedimen kami bisa buang dibibir sungai tersebut,”ungkap Nurmanto. (D0/red)

LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *