DPRD Metro Minta Walikota Mutasikan Pegawai Kelurahan Yang Tak Paham Komputer

Ketua Komisi I DPRD Basuki

RAKYATMETRO.COM – DPRD Kota Metro meminta walikota untuk melakukan peningkatan Sumber Daya Manusia di kantor kecamatan dan kelurahan melalui pelatihan. Dewan mendesak Pemkot segera memutasikan pegawai yang tak paham komputerisasi.

Hal itu terungkap dalam Musrenbang Kecamatan di Aula Kantor Kelurahan Yosodadi, Metro Timur, Senin (10/2).

Baca Juga

Dihadapan walikota Metro, Ketua Komisi I DPRD Basuki menyampaikan hal itu dikarenakan merasa khawatir pekerjaan tidak tergarap dengan baik dan benar, disamping potensi penyelewengan terjadi lantaran lemahnya SDM.

Sementara untuk 2020 ini anggaran yang dikucurkan untuk kelurahan nilainya mencapai Rp1,5 milyar. “Itu tidak sedikit dan membutuhkan pegawai yang mumpuni untuk melakukannya, apalagi sebagian besar merupakan dana bantuan APBN,”tuturnya.
Baca juga: Jaksa Penuntut Akan Datangkan Korban Pencabulan Dalam Sidang

Basuki yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI-P menginginkan agar pegawai yang tidak mumpuni mengelolah anggaran nantinya supaya diadakan pendampingan.

“Gimana jika ada pegawai yang tidak bisa komputer akan sangat menyulitkan nantinya dalam mengelolah keuangan. Untuk itu dibutuhkan SDM yang mumpuni,”ucapnya.

Hal senda juga diutarakan anggota DPRD Dapil Metro Timur Wasis yang pernah mantan lurah dan camat. Ia mengakui jika pegawai di kelurahan maupun di kecamatn masih lemah, bahkan masih ada yang tidak bisa komputer.

“Dulu saja anggarannya masih ratusan ribu untuk dikelolah kelurahan, dirasakan kesulitan, lantaran SDM nya lemah. Gimana sekarang yang sudah mencapai miliaran,”tandasnya. Ia menambahkan segera walikota melakukan mutasi atau pelatihan bagi para pegawai di kecamatan maupun di kelurahan.
Baca juga: Dinas Perpustakaan Metro Dapat Kucuran Dana DAK Senilai Rp1,4 M

Sebelumnya juga dirasakan Wakil Walikota Djohan. Ia mengaku khawatir jika SDM di kelurahan lemah. Apalagi sampai ada pegawai sekelas Kasi tidak bisa mengunakan komputer. “Ini yang menjadi kekhawatiran saya, gimana mau mengelolah keuangan jika tidak bisa komputer,”paparnya.

Karenanya, Djohan meminta Asisten yang merupakan bagian dari Baperjakat untuk selektif menempatkan pegawai di kelurahan. (IKA).

LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *