Walikota Metro Banyak Menuai Kritikan Sejumlah Fraksi

RAKYATMETRO.COM, METRO – Fraksi Demokrat menilai walikota belum secara serius mewujudkan visi misinya sebagai Kota Pendidikan. Hal itu terlihat dari minimnya anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBD 2020, yang hanya 20,01%.

Terungkap pada rapat Peripurna Pandangan Umum DPRD yang disampaikan Ketua Fraksi Demokrat Basuki Rahmat, Kamis (21/11).Dan yang tidak memiliki visi pendidikan,”ucapnya. Padahal, berdasarkan Permendagri No 33 Tahun 2019, pemerintah daerah wajib menyediakan alokasi dana pendidikan minimal 20%.

Demokrat juga mengkritisi belum tersedianya anggaran antisipasi terhadap membludaknya sampah masyarakat di masing-masing kelurahan akibat tidak tersedianya tempat penampungan sampahnya. “Soal sampah, demokrat meminta menjadi perhatian walikota,”tutur Basuki pada pandangan umumnya di dewan.

Selain  Demokrat, juga Fraksi Nasdem yang disampaikan Ketuanya Abdulhak. Nasdem menilai program OPD merupakan copy paste, karena tidak bisa dijadikan tolok ukur. Nasdem juga meminta agar walikota dapat meningkatkan retribusi untuk menunjang pendapatan.

Baca Juga

Hal senada juga disampaikan Fraksi Golkar yang dibacakan Iin Dwi Astuti. Golkar meminta walikota untuk menindak tegas ASN yang kedapatan bermain dalam penataan pasar. Golkar juga mengharapkan perhatian walikota terkait ruang terbuka hijau dan wilayah yang akan dijadikan destinasi wisata.

Begitu juga Fraksi PDI-P dalam pandangan umumnya meminta walikota untuk menginventarisir aset berupa lahan yang belum maksimal menjadi kontribusi daerah. Sedangkan untuk pariwisata diharapkan adanya percepatan dengan menggiatkan menarik investor. Lalu, untuk Dinas PU, PDI-P mengharapkan pembangunan direncanakan dengan baik. Pasalnya, masih ditemukan banyak jalan yang sudah ditumbuhi rerumputan. (ika)

 

LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *