DPRD Sayangkan Para Pensiun Ambil Gaji di Bank Ngantri Lama

Jpeg

RAKYATMETRO.COM – Para pensiunan PNS di Kota Metro mengeluhkan pelayanan pengambilan uang pensiun. Pasalnya, mereka disuruh mengantri di Bank-Bank yang ditujuk pemerintah.

Hal itu menjadi ironis, karena mereka merasa dianak tirikan oleh pemerintah. Terbukti jika PNS mengambil gaji mereka sudah mengunakan E-Bugeting, yakni mengunakan elektronik dengan ATM. Sementara para pensiunan harus mengantri lebih dulu baru dapat gaji.

Salah seorang pensiunan PNS mantan pejabat eselon II Ridhuan Sorry Maoen mengatakan hal itu. Ia meminta perhatian Menteri Keuangan agar peduli terhadap nasib para pensiunan.

“Bagaimana mereka yang sudah tua renta harus datang mengatri untuk mengambil gaji dari pensiunnya,”ujarnya, ditemui, Rabu (3/4). Di Kota Metro jumlah para pensiunan cukup banyak. Dan ini terjadi hampir diseluruh daerah-daerah.

Sementara PNS saat ini sudah mengunakan elektronik yang menyiapkan ATM untuk mengambil gaji mereka. Sedangkan para pensiunan PNS harus jauh-jauh datang ke Bank untuk mengambil pensiunnya dengan mengantri.

Karenanya, para pensunan di Kota Metro mempertanyakan Bank-Bank yang ditujuk pemerintah. Pasalnya, semua Bank-Bank yang ditunjuk pemerintah tetap juga para pensunan harus mengantri mengambil uang gaji pensiunnya.

“Memang kesenpatan mengatri ada positifnya, karena bisa bertemu kawan-kawan lama. Kesempatan itulah digunakan untuk silaturahmi kembali. Namun tak kuatnya jika harus mengantri,”ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Warsono mantan lurah Hadimulyo Barat. Ia mengaku harus pagi-pagi sekali jika ingin mengambil pensiun, lantaran tak kuat harus mengantri. Padahal dirinya saat ini sedang mengalami penyakit Stroke.

Ia mempertanyakan ada apa dengan Bank, karena mereka harus mengatri jika ingin menambil gaji pensiunnya. Sebaliknya PNS kini mengambil gaji makin simple dan mudah dengan mengunakan elektronik. “Apa yang membedakan kami dengan para PNS, dulunya juga kami PNS. Ini perlu disikapi oleh pemerintah,”tuturnya. (ika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *