Bupati Lamteng Melepas 43 anggota Jamaat Katolik

Bupati Lamteng Melepas 43 anggota Jamaat Katolik. (Foto Ist)

RAKYATMETRO.COM, GUNUNG SUGIH – Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, melepas 43 anggota jamaat umat Katolik untuk perjalanan ritual Keagamaan kesejumlah Provinsi di Pulau Jawa, di Nuwo Balak, Rabu (8/5).

Demikian disampaikan Dalam Laporannya Kepala bagian Administrasi Kemasyarakatan Drs.Hi.Sunardi pada acara Perjalanan ritual ke agamaan non muslim (Katholik) tahun 2019`.

Perjalanan ritual keagamaan umat khatolik ini dijelaskan sunardi akan berlangsung selama 6 hari dari tanggal 8 hingga 13 mai 2019 dengan tujuan ke tempat tempat ritual di jogjakarta jawa tengah dan jawa timur dengan tema mempererat hubungan yang harmonis guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan lampung tengah.

Ditambahkan Hi.Sunardi kegiatan perjalanan Ritual Keagaam umat Katolik ini juga dalam rangka memberikan apresiasi terhadap jasa jasa dan dedikasi yang secara iklas telah mengabdikan diri terhadap pembinaan mental sepritual.

Alprawoko salah satu perwakilan umat Katolik, menyampaikan ucapakan terimakasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah kepada umat Katolik,ucapan terima kasih tersebut di ungkapkan alprawoko pada dasarnya seluruh umat katolik di lampung tengah siap mendukung program- program pemerintah daerah, demi kemajuan Lampung Tengah kedepan,” ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Loekman berpesan kepada jamaat umat Katolik, agar dalam beberapa hari perjalan ritual dapat menjaga kondisi badan supaya tetap vit, dan gunakan waktu sesuai dengan pemandunya, sehingga perjalanan ritual ini bisa berjalan lancar tanpa ada halangan.

Dijelaskan bupati untuk tahun ini kita merubah kebijakan untuk jamaat Katolik tidak lagi ke Vatikan, tapi kita alihkan ketempat suci umat Katolik yang ada Jogja, Jawa Tengah dan Jawa Timur,”

Loekman menjelaskan, yang diberangkatkan ketempat suci tersebut yakni Tokoh Agama Katolik, yang nantinya bisa menjadi panutan masyarakat.

Selain itu, Loekman berharap perjalanan ritual keagamaan ini akan menambah keimanan dan mempertebal keyakinan para jamaat pengalaman dalam beribadah, sekaligus menjadi contoh tauladan sebagai tokoh agama Katolik yang sejati. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *