Diduga Stres, Pria Bersenjata Senapan Angin Tembaki Warga

Maryani Purba (50) warga Jalan Basuki Rahmat Gedongpakuon terbaring di ruang UGD RSUD Djokrodipo Bandarlampung karena korban tembak senapan angin. (Foto Adi)

Bandarlampung – Maryani Purba (50) warga Jalan Basuki Rahmat Gedongpakuon ini harus terbaring di ruang UGD Rumah Sakit Umum Daerah Djokrodipo Bandarlampung akibat luka tembak di betis kaki sebelah kanannya. Maryani diduga ditembak oleh tetangganya sendiri yang tiba-tiba masuk kedalam pekarangan rumahnya, Rabu (12/9).

Tidak hanya Maryani, Dapit Riki Pahrijal (35) warga Jalan P. Emir M. Noer Gg. H. Ahmad Sumur Putri ini juga menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh pelaku yang sama. Dapit mengalami luka tembak yang cukup parah di bagian dada sebelah kiri dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek karena Dirumah Sakit Djokrodipo Kota Bandarlampung tak bisa menanganinya.

Korban Maryani Purba mengatakan, saat kejadian dirinya tengah bersantai di kediamannya kemudian melihat pelaku masuk ke pekarangan rumahnya sambil menenteng senapan anginnya, sehingga membuat seluruh anggota keluarga yang ada dirumah bersembunyi.

Pagi saat kejadian saya lagi santai didepan rumah kemudian pelaku masuk kedalam pagar rumah saya, sambil membawa senapan anginnya, kami yang takut pun berusaha bersembunyi dari pelaku, ujarnya saat ditemui di IGD Rumah Sakit Kota Bandarlampung saat akan dirujuk ke RSUDAM.

Maryani menambahkan, kami sekeluarga memang telah mengetahui bahwa pelaku memiliki kelainan jiwa pun bersembunyi didalm kamar sembari memerhatikan gerak-gerik pelaku yang keluar masuk kedalam rumah korban sembari beberapakali menembakan senapan anginnya ke bagian ruang tamu ruah korban.

Jadi suka kayak orang gak waras belaku ini, kadang dia normal, namun kadang juga suka berulah dan mencari masalah tanpa sebab ke orang lain, jelasnya.

Tidak lama berselang, tambah Aryani, pelaku kemudian berusaha membuka bagian garasi rumah korban, kemudian korban yang merasa takut takut pelaku melakukan hal yang tidak diinginkan pun segera menghampiri pelaku, dan mennyakan maksud pelaku membawa senapan angina dikediamannya.

Karena dia sudah masuk garasai, saya langsung keluar menanyakan masud pelaku datang ke rumah saya sembari bawa senapan angina, saya bilang kamu mau apa kesini Bert? Malah langsung menembak kaki saya, sehingga saya teriak minta tolong,” terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, pelaku merupakan tetangga korban atas nama tetangga sebelah rumahnya sendri berinisial RB. Pelaku masih dalam pengejaran anggota di lapangan, untuk identitas pelaku sudah kami kantongi, pelaku merupakan tetangga korban,” ujar Harto.

Harto menambahkan, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, sudah ada tiga dua orang. Ditanyakan apakah penembakan ini terkait dendam, karena korban biasa bertemu dan korban penembakan ada dua orang, dan di tempat yang berbeda.

“Penembakan ini tidak terkait dendam, korban ini pelaku memang sudah biasa ketemu jadi tanpa sebab nelakukan itu, saat itu pelaku diduga tidak dirumah dalam pengejaran gabungan anggota,” pungkasnya. (Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *